Minggu, 10 Agustus 2014

Robot ini Terinspirasi dari Origami (Transformer ?)

Terinspirasi seni origami dari Jepang, robot ini mampu melipat dirinya hingga
berbentuk seperti manusia bahkan dapat bergerak.
Peneliti mengatakan pada Kamis (7/8), jenis robot baru ini diharapkan bermanfaat
untuk eksplorasi, melakuan pencarian, penyelamatan bahkan membantu
perakitan di luar angkasa.


Sebuah laporan Ilmiah menuliskan, teknologi ini baru keluar di pasar tahun
depan ini merupakan kemajuan terbaru yang menjadi gebrakan di dunia robotik.
Rancangan robot ini berbahan murah –hanya $100 (1 juta rupiah) untuk baterai
$80 dan materi lain $20– dan mudah untuk diprogram ulang untuk melakukan
banyak tugas atau misi, ujar peneliti di bidang teknik dan ilmu terapan
dari University Wyss Institute, Sam Felton.
"Caranya sama saat Anda mempunyai dokumen. Saat Anda ingin mengubah
beberapa kata kemudian dicetak dapat dilakukan dengan mudah. Prinsip serupa
juga diterapkan pada robot ini," ujar Felton.

Robot origami ini mempunyai program digital, dapat mengubah beberapa hal
dan melakukan tugas sesuai sesuai yang diperintahkan. Robot tipis ini berlapis
kertas, dengan lapisan tengah berupa jaringan tembaga beraliran listrik, dan
lapisan luarnya terbuat dari polimer yang mudah terlipat saat dipanaskan.
Setelah baterai dan motor diaktifkan, robot ini mampu melipat dirinya sendiri
layaknya Transformer dan berjalan seperti kepiting. Felton memperkirakan, biaya
awal pembuatan robot sekitar $11000 (10 juta rupiah).
Profesor Teknik Elektro dan Ilmu Komputer di Massachusetts Institute of
Technology (MIT), Daniela Rus mengatakan,
 "Yang menarik adalah perangkat ini memiliki perhitungan layaknya robot lain walau bentuknya datar
seperti kertas."
Tim peneliti berharap, inovasi robot ini dapat berkembang dan banyak
dimanfaatkan untuk kehidupan. "Kami sebagai tim pengembang akademik selalu
mencoba hal baru yang menarik dan menantang, belum pernah terpikirkan
orang lain," ujar Felton.

Para peneliti berencana mempresentasikan karya mereka di International Meeting on Origami bidang
Sains, Matematika, dan Pendidikan keenam di Tokyo, 10-13 Agustus.


Sumber : AFP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar