Tampilkan postingan dengan label kemanusiaan dan politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemanusiaan dan politik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Mei 2025

Industri Film Tergugah Atas Pembantaian Rakyat Gaza

Pedro Pascal, Joaquin Phoenix, Omar Sy, Riz Ahmed, Guillermo del Toro, hingga sejumlah aktor dan sineas lain ikut menyertakan nama mereka dalam surat protes terbuka terhadap industri film.

Surat terbuka itu dirilis pada hari pertama Cannes Film Festival 2025, Selasa (13/5). Dalam surat itu, seperti diberitakan Variety, setidaknya 370 aktor dan sineas menyatakan protes terhadap industri film yang bungkam tentang agresi Israel terhadap Gaza.

Puluhan nama baru kemudian ikut mencantumkan diri pada Kamis (15/5). Beberapa figur besar Hollywood turut masuk dalam daftar terbaru, seperti Pascal, Sy, Phoenix, Ahmed, hingga del Toro.

Kemudian, ada pula Juliette Binoche, Rooney Mara, Peter Straughan, Camille Cottin, Jim Jarmusch, hingga Fernando Leon dalam daftar nama dalam surat tersebut.

Mereka protes karena industri film global lebih banyak bungkam terhadap situasi mengenaskan yang terjadi di Jalur Gaza. Padahal, orang-orang dalam industri itu bergerak di dunia seni budaya yang begitu terikat dengan sejarah dan dunia nyata.

"Sebagai seniman dan pelaku budaya, kami tak bisa tetap diam saat genosida terjadi di Gaza dan berita yang tersebarkan ini benar-benar memukul komunitas kami dengan keras," tulis surat tersebut.

"Apa gunanya profesi kita jika tidak mengambil pelajaran dari sejarah, jika kita tidak hadir untuk melindungi suara yang tertindas," lanjut surat protes itu.

Selain itu, mereka juga protes karena sikap pasif itu tetap dirawat meskipun kejahatan Israel mulai berimbas ke orang-orang yang berprofesi di dunia sinema.

Beberapa di antaranya adalah kematian Fatma Hassona, fotografer tokoh utama dalam dokumenter Put Your Soul in Your Hand and Walk, yang meninggal karena dibunuh Israel pada 16 April 2025.

Kematian itu seharusnya menjadi insiden besar bagi industri film, terlebih karena dokumenter yang menampilkan Fatma Hassona juga tayang di Cannes. Namun, berbagai pihak dalam industri itu tidak bergeming dengan kejadian tersebut.

Hal serupa juga terjadi saat Hamdan Ballal, sutradara No Other Land yang menang Oscar, diculik dan diserang warga Israel. Kejadian itu tidak mendapat perhatian besar dari The Academy sehingga industri dinilai pasif terhadap situasi di Gaza.

"Kami malu dengan kepasifan seperti ini," bunyi salah satu bagian dalam surat terbuka tersebut.

"Mengapa sinema, tempat lahirnya karya-karya yang berkomitmen secara sosial, tampak begitu acuh tak acuh dengan kengerian nyata dan penindasan yang diderita saudara-saudara kita?" lanjutnya.

Surat itu sekarang sudah diteken lebih dari 400 orang, mengingat artis dan sineas yang mencantumkan nama mereka terus bertambah.

Beberapa nama besar juga sudah masuk dalam daftar penandatangan surat tersebut ketika pertama kali dirilis. Sebagian nama itu dikenal vokal menyuarakan hak-hak warga Palestina, seperti Mark Ruffalo, Melissa Barrera, hingga Guy Pearce.

Kemudian, deretan aktor, sutradara, hingga produser yang masih aktif menggarap proyek-proyek besar Hollywood juga ikut bersuara melalui surat tersebut.

Mereka adalah Ralph Fiennes, Yorgos Lanthimos, Javier Bardem, David Cronenberg, Alfonso Cuaron, Mike Leigh, Viggo Mortensen, Pedro Almodovar, Sandra Huller, Tessa Ross, hingga Justine Triet.

Via : Variety

#PedroPascal #JoaquinPhoenix #Gaza #drama #infofilm

Kamis, 21 April 2016

Seminar Hari Buruh

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia
(KSBSI) Mudhofir Khamid mengaku kesulitan untuk mempersatukan
serikat buruh apalagi agenda membuat suatu partai politik buruh.
"Saya berfikir untuk mempersatukan serikat buruh saja sulit apalagi buat
parpol buruh. Yang terjadi malah carut marut dalam internal sendiri
seperti Partai Buruh Nasional (PBN)," ungkap Mudhofir saat seminar
menyambut hari buruh Internasional bertema "Masihkah Gerakan Buruh
Melawan Kapitalisme" di Gedung Joeang 45, Jakarta, Selasa
(19/4/2016).

Senin, 16 November 2015

Buruh Korea Bergerak

President baru KCTU, yang menyerukan Mogok Nasional
awal desember 2015, Han Sang-gyun.
Dia bukanlah Komisaris BUMN, seperti Andi Gani,
pimpinan KSPSI. Han adalah buruh Ssangyong Motors.
Dimana pada tahun 2009 dia bersama sekitar 900 buruh
lainnya menduduki pabrik Ssangyong selama 77 hari menolak PHK massal.
Pendudukan itu sendiri berakhir dengan represi besar2an oleh polisi yg
mengerahkan helicopter, pasukan khusus, gas air mata, dsb. Hingga kini dua
puluh delapan buruh meninggal akibat trauma yang
disebabkan kekerasan Negara saat itu.

Rabu, 24 September 2014

DPRD Sepakat UMK Surabaya 2015 2,8 juta

GLOBALINDO.CO, Surabaya- Usulan buruh yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Surabaya sebesar Rp 2,8 juta mendapat dukungan dari DPRD Kota Surabaya.
Menurut Ketua FPDI-P Sukadar, mengaku pihaknya sepakat jika UMK Surabaya Rp 2,8 juta. Namun dengan catatan, pihaknya akan mengkaji dan menghitung ulang.
“Jika dalam pengkajian atau penghitungan ulang diketahui hasilnya lebih tinggi, maka tak menutup kemungkinan, UMK harus lebih tinggi dari usulan yang ada sekarang,” ujar Sukadar, Kamis (18/9).
Ia menjelaskan, yang menjadi dasar penghitungan UMK ini adalah Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Dimana dalam penghitungannya pemerintah memasukkan 60 item. Sedangkan buruh menetapkan 80 item.
“Kalau kami lebih sepakat dengan penghitungan buruh. Mereka lebih tahu kebutuhan hidup sehari-harinya. Saya kira, usulan buruh ini harus diakomodasi,” katanya.
Menurutnya, buruh tidak akan membuat penghitungan yang mengada-ada sebelum memunculkan angka UMK Rp2,8 juta. Mereka dipastikan memiliki rumus-rumus tersendiri.
“Saya tidak sepakat dengan usulan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya yang meminta agar UMK Surabaya tidak naik,” tandasnya.

Jumat, 18 Juli 2014

Real Count pilpres KPU

Jakarta -
Rekapitulasi perhitungan suara Pilpres 2014 tingkatan kabupaten/kota
telah selesai. Dari hasil real count formulir DB1 yang telah diunggah di situs resmi
KPU, Jokowi-JK unggul dari Prabowo- Hatta.
detikcom merekapitulasi formulir DB1 yang terverifikasi di situs resmi KPU, Sabtu
(19/7/2014). Formulir DB1 yang terverifikasi baru sekitar 68%, yaitu dari
338 kabupaten/kota. Sementara DB1 yang belum terverifikasi tak dimasukkan
ke perhitungan.

Kamis, 08 Mei 2014

7 Satrio Piningit

Kurun tahun 1135 sampai 1159 Prabu Jayabaya meramalkan; pada
zaman keemasan Nusantara akan kedatangan Ratu Adil alias Satrio Piningit.
Nubuat itu rupanya dikenang dan diyakini oleh sebagian masyarakat, bahkan
sampai zaman modern seperti saat ini.Mendiang Bung Karno pun pernah
mengutip ramalan Jayabaya saat membacakan pledoi pada persidangan di
Landraad, Bandung, Jawa Barat, pada 1930.
"Tuan-tuan Hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya dan
menunggu-nunggu datangnya "Ratu Adil", apakah sebabnya sabda Prabu
Jayabaya sampai hari ini masih terus menyalakan harapan rakyat ? Tak lain
ialah karena hati rakyat yang menangis itu, tak habis-habisnya menunggu-
nunggu, mengharap-harapkan datangnya pertolongan. Sebagaimana
orang yang dalam kegelapan, tak berhenti-berhentinya menunggu-nunggu
dan mengharap-harap "Kapan,kapankah Matahari terbit?" kata Sukarno
dalam pledoi yang kemudian dikenal dengan Indonesia Menggugat itu.

Senin, 24 Maret 2014

Aliansi Pekerja/buruh Sidoarjo berupaya menempatkan Wakil di parlemen dalam pemilu 2014

Beberapa hari lagi bangsa INDONESIA punya gawe PEMILU utk memilih calon legislator
yang akan menentukan hitam-putihnya bangsa ini dan kehidupan seluruh rakyat.
Bagi para pekerja,silahkan gunakan hakpilih anda dengan bijak,jangan malas ke TPS,atau
memilih caleg karena order. Ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan sebelum
mencoblos :
1. Jangan pilih caleg yg berusia 56 tahun ke atas. Pilih yang berusia antara 40
sampai 55.
2. Jangan lihat partainya atau gender (laki/perempuan).Tapi lihatlah latar belakangnya serta
program yang mau diperjuangkannya kala duduk di dalam parlemen.
Terutama yang punya program pro pekerja atau buruh.
3. Jangan pilih muka2 lama. Apalagi yang berlatar belakang pengusaha,komisaris
perusahaan atau caleg yang pro APINDO.

Kamis, 05 Desember 2013

Strategi Geometri Kepemimpinan by Adies Kadir

Dari akun twitter @adieskadir5

1.Strategi Geometri
Kepemimpinan Sebagai Metode
Kaum Muda Kader Bangsa untuk
Meneruskan Perjuangan
Peradaban Indonesia
2.Strategi adalah metode untuk
menyikapi kondisi lingkungan. Iya
itu bagaimana menyikapi
fenomena disekitar kita

3.Geometri ilmu mengukur
bangun ruang dalam matematika.
Sederhananya ilmu Yg
membahas titik, garis, ruang, dan
bangun-an.

Senin, 04 November 2013

Aneh Manula dianjurkan bekerja dengan alasan HAM tapi demi kurangi beban negara

Data Biro Statistik Australia menunjukkan, sepertiga dari kaum lanjut
usia (manula) yang mencari pekerjaan mengalami diskriminasi. Mereka
umumnya disambut dengan pernyataan bahwa "mereka sudah terlalu tua".
68 persen dari semua keluhan diskriminasi usia yang diajukan ke Komisi HAM dan
Persamaan Hak di Australia menyangkut soal pekerjaan.
"Kita kehilangan lebih dari 10 miliar dollar karena banyak orang yang menganggur, yang sebenarnya dapat dipekerjakan kalau tidak mendapat diskriminasi usia," kata Komisioner Diskriminasi Usia, Susan Ryan.
Ryan mengatakan, dampaknya bukan hanya buruk bagi individu. "Ini merupakan
bencana nasional," katanya. Saat ini orang Australia hidup lebih lama
dari sebelumnya, dan membebani pemerintah yang harus memberi mereka tunjangan.
Angka statistik yang dirilis pekan ini menunjukkan, terdapat 140 ribu
penganggur berusia antara 50 dan 64 tahun, dan mereka merupakan penerima
tunjangan.
"Orang-orang ini dapat dan seharusnya bekerja dan memberi kontribusi," kata
Ryan . Jumlah orang yang bekerja setelah pensiun telah meningkat selama 10 tahun
terakhir, dan diprediksi akan terus meningkat.

Sabtu, 07 September 2013

Hadi Kacik aktivis buruh wafat

Jombang - Sejumlah aktivis Jombang era
1980-an hingga 1998 terlihat berkumpul
dalam tahlil mengenang 7 hari wafatnya
Hadi Ciptono alias Kacik di rumah Khusnul,
istri almarhum, di Desa Sambongdukuh
Kecamatan Jombang Kota, Sabtu
(31/8/2013) malam.
Seperti yang telah
diketahui, Kacik adalah aktivis yang paling
diburu rezim Soeharto dan dia pula aktivis
yang melakukan investigasi kasus buruh
Marsinah.
Usai tahlil dan kirim doa, mereka terlibat
diskusi kecil dan merefleksikan kiprah Kacik
di dunia pergerakan, baik secara lokal
maupun kancah nasional. "Kacik adalah
guru sekaligus kawan dalam pergerakan.
Kami sangat kehilangan atas meninggalnya
Kacik," ujar Hananto Veri, mantan Sekjen
MAK (Masyarakat Anti Kekerasan)
Jombang.
Veri menceritakan perkenalannya dengan
Kacik pada tahun 1995. Saat itu mereka
bersama-sama melakukan advokasi
terhadap buruh CV Maska Perkasa. Ribuan
buruh pabrik sepatu di kawasan
Tunggorono Jombang itu di-PHK tanpa
pesangon. Nah, saat itulah Kacik juga
terlibat aktif dalam pendampingan buruh.
Hingga kemudian mahasiswa membentuk
KSBM (Komite Solidaritas Buruh Maska).
Selain Veri, beberapa eks aktivis FAMI
(Front Aksi Mahasiswa Indonesia) juga turut
hadir, diantaranya Rindra Iman Lesmana,
mantan aktivis Formajo (Forum Mahasiswa
Jombang), Wijayadi, serta sejumlah mantan
aktivis buruh yang tergabung dalam KABUT
(Komite Aksi Buruh Tertindas).
"Totalitas Kacik dalam dunia pergerakan
tidak diragukan lagi. Mulai kasus Marsinah,
kasus Maska, hingga kasus pembredelan
majalah Tempo, Editor, dan DeTIK, Kacik
selalu berada di garis depan. Dia sangat
lantang menentang kediktatoran Soeharto.
Maka tidak heran, ia menjadi buronan
aparat," kata Rindra, eks aktivis FAMI
sekaligus Formajo
Kacik juga pernah menjadi Ketua Yayasan
Arek Surabaya. Yayasan inilah yang
pertama kali melakukan advokasi terhadap
kasus Marsinah. Bahkan, bersama 10 LSM
lainnya, Kacik kemudian membentuk
Komite Solidaritas Untuk Marsinah
(KASUM). KASUM merupakan lembaga
yang ditujukan khusus untuk mengadvokasi
dan investigasi kasus pembunuhan aktivis
buruh Marsinah. Selain Kacik, di dalam
lembaga tersebut juga ada almarhum Munir
(aktivis KontraS).
Hadi Ciptono, wafat di Surabaya, Senin
(26/8/2013) lalu. Sebelumnya, alumnus
Unair Surabaya ini mengalami serangan
stroke dan harus menjalani perawatan di
RSAL. Ia meninggalkan seorang istri dan
seorang anak. Jenazah aktivis era 80-an ini
dimakamkan di TPU Tembok Surabaya.

https://www.facebook.com/hadi.kacik

Rabu, 09 Januari 2013

PakDe Karwo 'Man of Action'

Friday, June 24, 2011


Ada gelar baru bagi Gubernur Jawa Timur, Pak De Karwo seusai menandatangani MOU (Memorandum of Understanding) dengan PT Nestle Indonesia di Jenewa selasa yang lalu. Tentu saja gelar ini bukan resmi, tetapi gelar ''de facto'' yang dianugerahkan oleh para diplomat RI di Swiss, setidaknya mereka yang ikut menghadiri acara penandatanganan MOU di Berne Room, hotel Inter Continental Geneva, yang juga disaksikan oleh Presiden RI.

Tentu gelar itu tidak sembarangan saja disampaikan oleh kalangan elite korps diplomatik, namun berdasar pengamatan atas kiprah nyata dalam usaha memajukan investasi, wisata dan perdagangan antara Jawa Timjur dan Swiss. Gubernur Soekarwo adalah pejabat yang paling inovatif, kreatif dan cepat mengambil keputusan dalam banyak hal yang menyangkut usaha memajukan daerahnya.

''MOU ini dirintis sejak pak de Karwo berkunjung ke Nestle bulan September tahun lalu, dan di follow up oleh Dubes RI untuk Swiss dalam pertemuan dengan pejabat tinggi Nestle bulan Januari yang lalu, dan sekarang menghasilkan kesepakatan yang kongkrit,, ujar Taufiq Rodhy, pejabat fungsi ekonomi KBRI Swiss yang menangani seluk beluk persiapan MOU tersebut.

Taufiq menyebutkan, pak de Karwo adalah gubernur yang juga paling cepat menanggapi usulan dan saran saran untuk memajukan invetasi dan perdagangan antara Jatim dan Swiss. Jika gubernur lain membalas surat saja mungkin tidak, maka pak de Karwo malahan ''menantang'' KBRI untuk segera membuat ''plan of action'' yang nyata.

''Sekarang saatnya untuk action, bukan hanya sekedar berdiskusi saja. rakyat menunggu action yang nyata'' kata pak de Karwo dalam perbincangannya yang ''menantang'' KBRI Swiss.
Tantangan orang nomor satu di Jatim ini mendapat sambutan hangat pihak KBRI Swiss. Dubes Djoko Susilo dengan cepat mengambil langkah follow up dengan melobby Mr.Frits van Dijk, wakil presiden Nestle, dalam pertemuannya di markas besar Nestle di Vevey pada tanggal 7 Januari yang lalu. Mr.van Dijk ini orang Belanda yang ternyata lahir di Bogor. Jadi, dia cukup mengenal dan bersimpati dengan Indonesia. Malahan, dalam berbagai kesempatan, dia sering mempromosikan agar perusahaan Swiss berinvestasi di Indonesia.

''Masa depan bisnis di Indonesia sangat cerah. Politik dan pmerintahannya stabil, negara ini merupakan negara demokrasi yang ketiga terbesar di dunia, dan mempunyai sumber daya alam dan manusia yang luar biasa banyaknya'' kata van Dijk sewaktu berceramah di depan KADIN Swiss - Asia beberapa waktu lalu.
Oleh karena Mr.van Dijk sudah menunjukkan sikapnya yang sangat simpatik dengan Indonesia, saya memutuskan menemuinya awal tahun ini. Saya tahu Nestle sangat unggul dalam teknologi dairy products dan aneka produk coklat. Maka saya merayu beliau agar bersedia menularkan ilmunya ke pihak Indonesia. Sebab, menurut van Dijk, kapasitas produksi susu Nestle dipabriknya di Kejayan, Pasuruan bisa ditingkatkan sampai 1,4 juta ton per hari. Hanya saja sayangnya karena mutu susu lokal masih kurang bagus, sebagian susu untuk bahan dasar produksi Nestle itu masih diimpor dari Australia dan New Zealand.

''Saya kira itu bukan tindakan yang bagus,. yang terbaik adalah menggunakan susu lokal 100 persen. jika masalahnya tingkat kualitas dan produktivitas, ya itu yang kita bereskan'' kata saya waktu melobby Nestle.
Ternyata Mr.van Dijk sepakat dengan pemikiran saya. Jangka panjang Nestle juga lebih baik mengandalkan pasokan susu domestik, bukan makin meningkatkan impor dari Australia dan New Zealand. Hal yang sama juga berlaku untuk produk coklat, meski sebenarnya Nestle tidak langsung mengolah biji kakao menjadi produk akhir. Tetapi demi membantu petani dan peternak, Nestle menyanggupinya dengan langkah awal menggelar workshop di Surabaya dan Makasar.

''Syaratnya satu: harus didukung pemerintah pusat dan lokal agar program ini sukses. kami akan all out membantu pelaksanaannya '' kata boss Nestle itu.
Tanpa mohon ''petunjuk'' atau ''arahan'' dari pejabat manapun, saya menyanggupinya. saya yakin langkah saya pasti akan mendapat dukungan, setidaknya Gubernur Soekarwo saya yakin akan mendukung program ini. Maka, bulan Februari yang lalu, saya mengirim Taufiq Rodhy, Pejabat Fungsi Ekonomui KBRI Swiss untuk ke Surabaya. Disana dia menemui sejumlah Pejabat Jatim yang terkait dengan soal dairy products, dan seperti dugaan saya, Gubernur Soekarwo sangat mendukung program ini.

''Pak Gubernur sangat antusias mendukung program ini, malahan siap meneken MOU dengan Nestle ketika Presiden berkunjung ke Jenewa nanti. Beliau benar - benar Man of Actions Pak Dubes'' lapor Taufiq setelah kembali dari pertemuan di Surabaya.

Sejak itu, KBRI Swiss mendeklarasikan Pak De Karwo itu sebagai man of Action. Nyatanya apa yang kami gagas itu juga didukung kawan - kawan diplomat yang bertugas di Jenewa. Mereka melihat bahwa Pak De bukan hanya Man of Action, tetapi Man of Full Humor. Sikap Humoris ini terbukti manjur mencairkan suasana ketika ngobrol dengan para pejabat tinggi yang sedang berada di hotel Intercontinental hari Selasa lalu menjelang penanda tanganan MOU. Apalagi, dia dapat pasangan kawan saya Abdul Wachid Maktub, tokoh asal Bangkalan yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Qatar. Gubernur dan ex Dubes kawan saya itu ternyata mampu membuat suasana segar diantara para pejabat tinggi yang hadir, diantaranya Menkopolhukam Djoko Suyanto, MenteriPerindustrian MS.Hidayat, Menakertrans. Muhaimin Iskandar yang mendengar langsung ''humor asli Madura''-

Sebagai tokoh yang dapat gelar Man of Actions, hasil kunjungan Pak De Karwo ke Nestle tahun lalu memang kongkrit. Dalam MOU yang diteken tersebut disepakati bahwa pemprop Jatim akan melakukan mapping daerah pengembangan persusuan, Pemprop Jatim juga akan memanfaatkan dana murah untuk membantu pengadaan bibit ternak sapi perah yang berkualitas, meningkatkan mutu dan memfasilitasi pengembangan persusuan yang berwawasan lingkungan dan sebagainya. Sedang pihak Nestle akan memberikan bantuan teknis dan menampung hasil produksi susu yang dihasilkan petani di Jatim yang mutunya sudah ditingkatkan. Di masa depan, diharapkan Nestle tidak lagi mengimpor susu mentah dari Australia atau New Zealand lagi. Dengan demikian diharapkan kesejahteraan peternak sapi perah di Jatim akan meningkat.

Saking bersemangatnya, sebenarnya Pak De Karwo tidak puas hanya dengan MOU di bidang susu yang resminya diberi judul ''Sustainable Dairy Development in East Java''. Dia sebenarnya juga ngotot untuk memajukan industri kakao di Jatim. diharapkan, publik juga mengetahui bahwa Jatim juga menghasilkan kakao, tidak kalah dengan Sulawesi Selatan. Yang jelas, memang berkat kengototan Pak De, kopi Bondowoso Jatim sekarang sudah masuk pasaran Swiss dengan ekspor perdana minggu lalu.

Saya sendiri terkadang merasa seolah olah menjadi ''Dubes Jatim''. Mengapa begitu? sebab dari berbagai program kegiatan yang saya kirimkan ke berbagai pemerintah propinsi, pemprop Jatim lah yang paling cepat menjawab dan merespons. Salah satunya, saya minta dikirimi baju pengantin adat daerah untuk promosi budaya. Hanya pemprop Jatim yang mengirim. Saya juga minta dikirim koki untuk promosi kuliner Indonesia, Pak De Karwo juga yang menyanggupi. Waktu saya katakan akan membawa buyer Swiss asal ada yang mengatur di daerah untuk mengunjungi beberapa sentra industri, Pak De juga yang siap in action. Bahkan waktu Presiden Swiss ke Surabaya tahun lalu, Pak De pun meminta saya meneken MOU antara pemprop Jatim dengan KBRI Swiss yang tujuannya mempermudah investasi dan bisnis dari Swiss ke Jatim. Saya tidak tanya kanan dan kiri langsung setuju saja, meski ada juiga beberapa rekan Dubes yang tidak berani mengambil sikap.

Saya sangat beruntung dengan sikap Gubernur Soekarwo yang menitik beratkan action dari pada berdiskusi. Mungkin karena tidak biasa menghadiri diplomatic functions atau lobbying seperti yang kami kerjakan, sehabis meneken MOU, saya lihat Pak De Karwo agak kelelahan. Akhirnya dia mengajak saya merokok, meski saya tidak pernah merokok, di teras hotel. saya pun hanya dengan tersenyum menemaninya sambil minum kopi.

''Pak De, congratulation, we declare you as a man of action. ini sikap bulat para diplomat'' kata saya sambil menyalaminya. Pak De hanya tersenyum sambil menyedot rokoknya dalam - dalam. (*)

Sumber Foto : Hedi Priamajar (PTRI Jenewa)
By Djoko Susilo with No comments

Minggu, 23 Desember 2012

Hotman Zainal Arifin, OB yang jadi Vice Presiden Citibank

Biografi Houtman Zainal Arifin - Kisah Office Boy menjadi Vice President Citibank

Biografi Houtman Zainal Arifin, Profil, Houtman Zainal Arifin dilahirkan pada tanggal 27 Juli 1950 di Kota Kediri Jawa Timur. Pengalaman hidupnya yang amat inspiratif patut untuk disimak, yang awalnya ia hanya seorang office boy hingga bisa menduduki jabatan nomor satu sebagai seorang Vice President Citibank. Sekarang beliau berkerja sebagai direksi di perusahaan swasta, pengawas keuangan di beberapa perusahaan swasta, komite audit BUMN, konsultan, penulis serta dosen pasca sarjana di sebuah Universitas. Beliau dilahirkan dari keluarga pas-pasan. Kisah hidup beliau dimulai ketika lulus dari SMA, Hotman merantau ke Jakarta dan tinggal di daerah Kampung Bali dari tahun 1951-1974, Houtman membawa mimpi di Jakarta untuk hidup berkecukupan dan menjadi orang sukses di Ibukota, namun apa daya Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, pekerjaan tidak mudah diperoleh.

Sewaktu tinggal di tanah abang, ayah beliau sakit keras. Orang tuanya ingin berobat, tetapi tidak mempunyai biaya yang cukup. Melihat keadaan seperti itu, beliau tidak mau menyerah. Dengan bermodal hanya Rp 2.000,- hasil pinjaman dari temannya, beliau menjadi pedagang asongan menjajakan perhiasan imitasi dari jalan raya hingga ke kolong jembatan mengarungi kerasnya kehidupan ibukota. Usaha dagangannya kemudian laku keras, namun ketika ia sudah menuai hasil dari usahanya, ternyata Tuhan memberinya cobaan, ketika petugas penertiban datang, dagangannya di injak hingga jatuh ke lumpur. Ketika semua dagangan beliau sudah rusak bercampur lumpur, ternyata teman-temannya yang dari kawula rendah seperti tukang sepatu, tukang sayur, dan lain-lain, beramai-ramai membersihkan dagangan beliau. Disini beliau mulai mendapatkan pengalaman berharga tentang kerasnya kehidupan Ibukota.

Tetapi kondisi seperti ini tidak membuat Houtman kehilangan cita-cita dan impian. Suatu ketika Houtman beristirahat di sebuah kolong jembatan, dia memperhatikan kendaran-kendaraan mewah yang berseliweran di jalan Jakarta. Para penumpang mobil tersebut berpakaian rapih, keren dan berdasi. Houtman remaja pun ingin seperti mereka, mengendarai kendaraan berpendingin, berpakaian necis dan tentu saja memiliki uang yang banyak. Saat itu juga Houtman menggantungkan cita-citanya setinggi langit, sebuah cita-cita dan tekad diazamkan dalam hatinya. Azam atau tekad yang kuat dari Houtman telah membuatnya ingin segera merubah nasib. Tanpa menunggu waktu lama Houtman segera memulai mengirimkan lamaran kerja ke setiap gedung bertingkat yang dia ketahui. Bila ada gedung yang menurutnya bagus maka pasti dengan segera dikirimkannya sebuah lamaran kerja. Houtman menyisihkan setiap keuntungan yang diperolehnya dari berdagang asongan digunakan untuk membiayai lamaran kerja.

Sampai di rumah, beliau melihat ada orang gila wara-wiri di sekitar rumah beliau. Orang gila itu hampir nggak pake baju. Beliau pada saat itu cuma punya baju 3 pasang. Hebatnya, beliau ikhlas memberi ke orang gila itu sepasang baju plus sabun plus sisir. Tuhan memang Maha Adil, Pada hari ketiga setelah kejadian tersebut, Tiba-tiba datang surat yang menyatakan bila beliau diterima menjadi OB disebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank (citibank), sebuah bank bonafid dari USA. Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya.


Biografi Houtman Zainal Arifin, Profil, Vice Presiden Citibank

Waktu jadi OB, beliau melihat training. Karena jabatan beliau hanya OB, beliau tentu tidak dianggap. Bahasa Inggris beliau pun cuma sekedar yes-no. Tapi beliau berprinsip, “Saya harus berbuat. Saya harus pintar.” Setiap hari selama training itu, beliau ada di depan pintu dan mencatat semuanya. Training officer-nya lama-lama jadi menyuruh beliau masuk (tapi secara kasar). Si training officer mengumumkan pada para trainer, “Pengumuman, dia tidak terdaftar dan dia tidak akan diuji,” kata training officer. Mendengarnya, Houtman tidak terima. Dia sudah berada di ruangan yang sama berarti dia sudah menjadi salah satu trainer juga dan juga harus diuji.

Pak Houtman lalu menantang diri beliau sendiri, “Saya harus lulus!” batin beliau. Padahal saingan beliau adalah lulusan UI, Michigan, Ohio, ITB dan banyak universitas TOP lainnya. Sementara beliau, SMA bisa lulus aja udah untung. “Pokoknya harus lulus dan gak boleh jadi yang terakir,” tekad beliau. Tuhan memang Maha Besar, dari 34 orang beliau termasuk 4 besar dan beliau pada tahun 1978 dikirim ke Eropa.

Sebagai Office Boy Houtman selalu mengerjakan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Terkadang dia rela membantu para staf dengan sukarela. Selepas sore saat seluruh pekerjaan telah usai Houtman berusaha menambah pengetahuan dengan bertanya tanya kepada para pegawai. Dia bertanya mengenai istilah istilah bank yang rumit, walaupun
terkadang saat bertanya dia menjadi bahan tertawaan atau sang staf mengernyitkan dahinya. Mungkin dalam benak pegawai ”ngapain nih OB nanya-nanya istilah bank segala, kayak ngerti aja”. Sampai akhirnya Houtman sedikit demi sedikit familiar dengan dengan istilah bank seperti Letter of Credit, Bank Garansi, Transfer, Kliring, dll.

Suatu saat Houtman tertegun dengan sebuah mesin yang dapat menduplikasi dokumen (saat ini dikenal dengan mesin photo copy). Ketika itu mesin foto kopi sangatlah langka, hanya perusahaan perusahaan tertentu lah yang memiliki mesin tersebut dan diperlukan seorang petugas khusus untuk mengoperasikannya. Setiap selesai pekerjaan setelah jam 4 sore Houtman sering mengunjungi mesin tersebut dan minta kepada petugas foto kopi untuk mengajarinya. Houtman pun akhirnya mahir mengoperasikan mesin foto kopi, dan tanpa di sadarinya pintu pertama masa depan terbuka. Pada suatu hari petugas mesin foto kopi itu berhalangan dan praktis hanya Houtman yang bisa menggantikannya, sejak itu pula Houtman resmi naik jabatan dari OB sebagai Tukang Foto Kopi

Menjadi tukang foto kopi merupakan sebuah prestasi bagi Houtman, tetapi Houtman tidak cepat berpuas diri. Disela-sela kesibukannya Houtman terus menambah pengetahuan dan minat akan bidang lain. Houtman tertegun melihat salah seorang staf memiliki setumpuk pekerjaan di mejanya. Houtman pun menawarkan bantuan kepada staf tersebut hingga membuat sang staf tertegun. “bener nih lo mo mau bantuin gua” begitu Houtman mengenang ucapan sang staff dulu. “iya bener saya mau bantu, sekalian nambah ilmu” begitu Houtman menjawab. “Tapi hati-hati ya ngga boleh salah, kalau salah tanggung jawab lo, bisa dipecat lo”, sang staff mewanti-wanti dengan keras.

Akhirnya Houtman diberi setumpuk dokumen, tugas dia adalah membubuhkan stempel pada Cek, Bilyet Giro dan dokumen lainnya pada kolom tertentu. Stempel tersebut harus berada di dalam kolom tidak boleh menyimpang atau keluar kolom. Alhasil Houtman membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut karena dia sangat berhati-hati sekali. Selama mengerjakan tugas tersebut Houtman tidak sekedar mencap, tapi dia membaca dan mempelajari dokumen yang ada. Akibatnya Houtman sedikit demi sedikit memahami berbagai istilah dan teknis perbankan. Kelak pengetahuannya ini membawa Houtman kepada jabatan yang tidak pernah diduganya.

Houtman cepat menguasai berbagai pekerjaan yang diberikan dan selalu mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik. Dia pun ringan tangan untuk membantu orang lain, para staff dan atasannya. Sehingga para staff pun tidak segan untuk membagi ilmu kepadanya. Sampai suatu saat pejabat di Citibank mengangkatnya menjadi pegawai bank karena prestasi dan kompetensi yang dimilikinya, padahal Houtman hanyalah lulusan SMA. Kemudian ia pun di angkat menjadi pegawai di bank Citibank tersebut, Peristiwa pengangkatan Houtman menjadi pegawai Bank menjadi berita luar biasa heboh dan kontroversial. Bagaimana bisa seorang OB menjadi staff, bahkan rekan sesama OB mencibir Houtman sebagai orang yang tidak konsisten. Houtman dianggap tidak konsisten dengan tugasnya, “jika masuk OB, ya pensiun harus OB juga” begitu rekan sesama OB menggugat.

Houtman tidak patah semangat, dicibir teman-teman bahkan rekan sesama staf pun tidak membuat goyah. Houtman terus mengasah keterampilan dan berbagi membantu rekan kerjanya yang lain. Hanya membantulah yang bisa diberikan oleh Houtman, karena materi tidak ia miliki. Houtman tidak pernah lama dalam memegang suatu jabatan, sama seperti ketika menjadi OB yang haus akan ilmu baru. Houtman selalu mencoba tantangan dan pekerjaan baru. Sehingga karir Houtman melesat bak panah meninggalkan rekan sesama OB bahkan staff yang mengajarinya tentang istilah bank.


Biografi Houtman Zainal Arifin, Profil, Vice Presiden Citibank


Sekitar 19 tahun kemudian sejak Houtman masuk sebagai Office Boy di The First National City Bank, Houtman kemudian mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Sebuah jabatan puncak Citibank di Indonesia. Jabatan tertinggi Citibank sendiri berada di USA yaitu Presiden Director yang tidak mungkin dijabat oleh orang Indonesia. Sampai dengan saat ini belum ada yang mampu memecahkan rekor Houtman masuk sebagai OB pensiun sebagai Vice President, dan hanya berpendidikan SMA. Houtman pun kini pensiun dengan berbagai jabatan pernah diembannya, menjadi staf ahli citibank asia pasifik, menjadi penasehat keuangan salah satu gubernur, menjabat CEO di berbagai perusahaan dan menjadi inspirator bagi banyak orang.

Pelajaran yang dapat dipetik adalah kita tidak akan pernah kekurangan apa bila kita mau saling memberi, jika kita mau bersilaturahmi dan banyak berteman dengan siapa saja kita akan mendapatkan rezeki yang lebih banyak, dan jika kita iklash memberi Allah swt pasti akan memberikan kita sesuatu yang lebih.

Sumber : Biografi.blogspot.com

Senin, 15 Oktober 2012

Hasil Rakernas PDIP 2012: HAPUS OUTSOURCING !


Senin, 15 Oktober 2012 diposting pada kategori RAKERNAS

Rakernas Surabaya

"Hapus Outsourcing yang Bertentangan dengan UU"

DPP PDI Perjuangan menugaskan anggota fraksinya di DPR RI untuk memperjuangkan lahirnya UU Sistem Pengupahan Nasional. Penugasan itu untuk menindaklanjuti rekomendasi Rakernas II PDI Perjuangan di Surabaya, 12-14 Oktober lalu.
Dalam poin kedelapan rekomendasi disebutkan, PDI Perjuangan menentang kebijakan politik yang memiskinkan kaum buruh dan pekerja Indonesia. "PDI Perjuangan juga mendesak penghapusan praktik kerja outsourcing yang bertentangan dengan Undang-undang Ketenagakerjaan dan menolak politik upah murah," tandas Puan Maharani, saat membacakan rekomendasi, Sabu malam.

Sementara, saat memberi keterangan kepada wartawan peliput rakernas, anggota Komisi Kesehatan dan Ketenagakerjaan DPR, Rieke Diah Pitaloka, menegaskan, rekomendasi rakernas bukan berarti PDI Perjuangan anti-outsourcing. Kata Rieke, partainya secara politik memahami outsourcing adalah pengalihan sebagian pekerjaan dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Sedang yang jadi persoalan dan ditolak PDI Perjuangan, jelas Rieke, yakni pengalihan tenaga kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain. PDI Perjuangan memaknai pengalihan tenaga kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain itu sebagai perbudakan moderen.

"Karena ini salah kaprah dan bentuk penindasan di era modern. Rekomendasi soal ini akan kami sampaikan kepada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi," tegasnya. (pri)

Sumber:  Pdiperjuangan-jatim.org